Aku berpikir kau merindukan-ku.
Sama seperti aku.
Kau tak pernah sekali pun menyatakan perasaanmu
Dan, sama sekali tak pernah kauperlihatkan padaku.
Begitu juga aku.
Lalu, apa yang aku rasakan ini?
Suka?
Kita tak saling mengenal.
Rindu?
Tak ada sesuatu yang kita kenang.
Aku tak henti-hentinya berpikir.
Meski pun waktu terlalu berlari.
Seolah kita mengejar cinta yang ada di ujung negeri.
Aneh!
Bukankah, seharusnya cinta datang menghampiri.
Tapi kita malah memilih menghampiri.
Seakan membawa rindu yang terpendam.
Entah itu hanya rinduku, atau rindu kita.
(Zea Sastra)
No comments:
Post a Comment