Awal sebuah cerita
yang salah.
Ketika perkenalan-ku menjadi
kisah.
Saat kau datang dengan
satu impian.
Begitu juga aku, yang
hadir dengan segala impian.
Aku tahu ada
seseorang di pikiranmu.
Meski kau tak
memberitahu.
Aku telah tulis
ratusan cerita.
Dan, ribuan puisi
yang ku cipta.
Namun, tak ku tulis
satu-pun tentangmu.
Karena aku tak mau,
semua orang jadi tahu .
Ini adalah cerita cinta
tak ber-genre.
Bukan karena kau tak
peka.
Tapi, karena aku
yang tak mau melangkah.
Ku patahkan kakiku
agar tak berjalan.
Agar kau dapat
melangkah dengan nyaman.
Mungkin aku terlihat
seperti kucing penakut.
Berlari seperti pengecut
sambil membawa cinta yang akut.
Biarkan saja begini.
Biarlah selalu
menjadi imajinasi.
Meski rasa di
hati ini tak berhenti.
Tapi, ini yang telah ku
pilih.
(Zea Sastra)
No comments:
Post a Comment