Mata kalian tak berfungsi.
Telinga kalian telah tuli.
Mereka bertempik.
Tapi, terdengar seperti bisik-bisik.
Lihatlah, wajahnya yang menyeringai
kesakitan.
Menyembunyikan perut mereka dari
kelaparan.
Hanya bisa menanti butiran-butiran hujan.
Sambil menyelinap ketakutan.
Kencangnya angin, mereka lawan.
Demi melarikan diri dari penderitaan.
Mereka rela terperangkap dalam gelap.
Untuk melenyapkan penderitaan yang
mengendap.
Sebenarnya mereka telah mati.
Sebelum datang kematian itu sendiri.
Mereka hidup menantang cakrawala .
Terombang-ambing di samudera.
Tapi, kalian hanya menjadikan mereka
sebagai berita.
membagikannya sebagai video viral di
sosial media.
Mereka tidak meminta kalian jadikan
sebagai puisi.
Atau, sekadar topik utama di forum diskusi.
Mereka juga makhluk Tuhan.
Yang butuh uluran tangan.
Bukan hanya menjadikan-nya sebagai bahan
omongan.
Tapi, merangkul mereka ketika menjerit kehilangan.
(Zea Sastra)

No comments:
Post a Comment