Thursday, September 28, 2017

LDR (PUISI)




Ada hari di mana aku ingin tidur lebih lama lagi.
Berteman dengan malam yang langitnya dipenuhi bintang.
Tapi apa daya mentari terus saja menimpa wajah-ku,
ia tak membebaskan-ku untuk terus berada dalam mimpi.
Aku telah terjaga, dan membiarkan mataku melihat bayang-mu.
Menatap bayang-mu, tak hentinya membuat-ku mengeluarkan air mata,
hingga aku tersimpuh lemah tak berdaya.

Jika waktu mengizinkan, aku tak ingin sekadar bayang-mu,
tapi dirimu yang menemani ku di sini.
Katamu, kita ini hidup dalam realita, tapi meski begitu kesepian
yang kurasakan terus saja menggelut-ku.
Kau mungkin telah terbiasa dengan dunia barumu di sana,
namun aku di sini kehilangan dunia ku.
Kini hidupku terbatas dalam lingkaran kerinduan, seraya
menunggu-mu menembus jarak yang memisahkan kisah kita berdua.



No comments:

Post a Comment