Di era digital kayak sekarang ini segalanya terasa ada dalam
genggaman. Tapi, itu juga membuat beberapa media cetak gulung tikar dan berganti
ke digital. Honestly, aku lebih suka novel atau majalah yang berbentuk cetak
daripada digital. Emm, Padahal kalau dipikir2
nulis lewat digital, lebih bebas dan jangkauannya juga lebih luas.
Sudah cukup curhatnya. Langsung aja ke point. Aku kali ini mau
review novel yang awal tulisannya dari Wattpad. lalu, tahun 2016 diterbitkan oleh Elex
Media Komputindo. Judulnya My Bittersweet Marriage karangan Ika
Vihara. Ini novel pertamanya yang di terbitkan.
Kalau di lihat dari covernya. sederhana, bergambar sepeda keranjang berwarna
kuning. Tapi, ternyata setelah baca novelnya. Ternyata sepeda itu
menggambarkan, sepeda itu dibeli Afnan, karena senada dengan warna sepeda
miliknya. Sepeda itu menemani Hessa berkeliling
di sekitar kota Aarhus.
Cerita singkatnya, Hessa diperkenalkan oleh mamanya, dengan cowok
blasteran, ganteng, dan mempunyai kerjaan yang mapan, dia bernama Afnan.
Awalnya, Hessa nggak mau karena dia berpikir kalau cowok seperfect itu mana mau
dijodohin-jodohin. Kebetulan mama Hessa dan Afnan menjalin persahabatan. sebenarnya, ada rasa takut di diri Hessa sebagai perempuan umur 27 tahun, dia sudah cukup
matang, adiknya saja yang umur 25 tahun sudah punya pacar, dan menunda menikah
karena tidak ingin mendahului Hessa.
Pertemuan keduanya dengan Afnan, Hessa berfikir apa yang
dikatakan Afnan semuanya realistis, tapi menikah dengan orang yang belum
dikenal apalagi harus tinggal di luar negeri, keluar kota sendirian saja Hessa
belum pernah. Afnan memberikan Hessa waktu untuk berfikir untuk menikah dengan
Afnan.
Hessa merasa bahwa memang sudah saat dia sudah menikah. Dia
memberikan kabar pada Afnan. Selama berapa bulan mereka saling mengenal (LDR)
karena Afnan bekerja di luar negeri. Setelah Menikah, Hessa ikut dengan Afnan
pindah ke Aarhus. Tempat yang asing untuk Hessa. Dan, ia harus rela
meninggalkan keluarga, dan pekerjaan yang dicintainya.
Tubuh hessa tak bisa beradaptasi dengan baik dengan cuaca di
lingkungan barunya. Ia di diagnosa terkena Seasonal Affective Disorder. Keinginannya
untuk punya anak terpaksa ditunda. Hessa seolah depresi, seolah ia merasa Afnan
hanya peduli dengan pekerjaannya saja.
Setelah kehilangan bayinya, akhirnya keduanya mulai berpikir bahwa
selama ini yang mereka prioritaskan adalah diri sendiri, bukan hubungan
keduanya, Afnan mulai menunjukkan perhatiannya, dan berusaha membuat Hessa
damai dengan lingkungan barunya, begitu juga dengan Hessa ia berusaha membuka
diri, dan menyatu dengan lingkungannya.
Setting tempatnya di kota Aarhus di Denmark. Aku suka sih, kalau
ngambil setting tempatnya di kota/ negara asing, kita jadi lebih tahu tentang
budayanya, cuaca saat baca novel ini. kalau point of view, pengarangnya pakai
view orang ketiga. Terkadang view orang ketiga terkesan kaku, tapi novel yang
satu ini cara menggambarkan ceritanya luwes, dan cukup detail. Konflik masalahnya dimulai Hessa pindah ke kota Aarhus, Hessa merasa bosan, dan tidak nyaman
dengan lingkungan barunya, sedangkan Afnan sibuk dengan pekerjaannya, sampai
Hessa di diagnosa SAD. Keinginan punyak anakpun harus
ditunda,karena dokter menyarakan Hessa harus sembuh terlebih dahulu. Hessa
sudah sangat menginginkannya kehadiran bayi, namun, Afnan tidak mengizinkan,.
Banyak fans yang bilang, lebih suka cerita originalnya yang di
Wattpad daripada hasil cetaknya. Yang di Wattpad lebih bikin greget Afnannya. Cuma,
karena aku nggak pernah baca yang di Wattpad, jadi menurutku ini cukup bagus.
Perempuan-perempuan yang mau menjelang menikah dan sudah menikah
wajib baca novel My Bitterswet Marriage. Karena, menikah itu yang dijalani
nggak sekadar manis-manisnya aja, tapi ada pahitnya juga. Seperti dermaga yang
berlayar di lautan bebas, tenang, berombak, dan ada kalanya badai juga.
Buat kalian yang suka nulis, atau baca kayak aku, sekarang sudah
banyak media online yang menyediakan bakat dan hobi kalian. Salah satunya
Wattpad. Semoga kehadiran media online buat kita lebih semangat dan bebas
menyalurkan hobi kita. Selamat Berkarya!!

No comments:
Post a Comment