Friday, February 10, 2017

REVIEW NOVEL JODOH KARYA FAHD PAHDEPIE


Kali ini aku pengin bahas novel judulnya “JODOH” karya FAHD PAHDEPIE. Novel ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Novelnya nggak terlalu tebal, hanya 245 Halaman. Novel yang aku punya cetakan kelima, 2016. Ini buku pertama karya Fahd Pahdepie yang pernah aku baca.

Aku beli januari 2017, di Togamas. Dan, termasuk novel best seller. Awalnya, nggak tertarik dengan covernya, tapi, nggak tahu kenapa, aku beli,  Kayaknya waktu itu badanku lagi panas, sampai salah ambil novel. Tapi, pas aku baca aku suka. Apalagi, dengan sudut pandang orang kedua, yang baru pertama kali buatku.
Sinopsis Novel JODOH

Novel ini ditulis dengan sudut pandang orang kedua, dimana karakter utama cowok, Sena menceritakan tentang orang yang ia cintai bernama Keara. Dalam ceritanya, Sena adalah seorang penulis pemula, dia ingin menceritakan kisah antara dirinya dan Keara.

Sena menyukai Keara sejak kelas satu SD di Bandung. Tapi, Keira terlihat nggak suka sama Sena, malah dia terlihat kayak benci. Sena merasa Keara adalah jodohnya, saat tahu Keara akan sekolah di Pondok yang sama dengannya di daerah Garut. Mereka berdua jadi dekat, awalnya tegur sapa kalau Keara sedang lewat diasrama cowok. Lalu, mereka berdua sembunyi-sembunyi mengirimkan surat. Sena sengaja mengirim surat, karena ada gosip antara dirinya dan Keara pacaran. Padahal, Sena sendiri yang mengaku-ngaku pada kakak kelas kalau Keara adalah pacarnya. Dia takut karena wajah cantik Keara mulai diperbicangkan dikalangan asrama putra.

Berawal dari situlah, Sena memberanikan diri menyatakan cinta pada Keara, dan Keara juga menerimanya. Mereka pacaran diam-diam karena di Pondok, jelas mengharamkan pacaran. Tapi, akhirnya mereka ketahuan juga oleh pengasuh pondok. Keara nangis, ketakutan dan akhirnya pingsan. Ternyata setelah dibawa pulang Keara di diagnosa sakit dan tidak berumur panjang.

Selepas SMA, Sena memilih untuk melanjutkan kuliah Kedokteran di Jogyakarta. Sebenarnya, Keara tidak rela melepas Sena, cuma dia mengerti kenapa Sena melakukan itu. Sena melakukan itu, karena dia nggak mau ngerusak Keara, dia takut menjama Keara. Dan, ilmu agama yang ia tahu menjadi dasar, kenapa dia nggak ngelakuin itu semua.

Saat di Jogyakarta, Sena kehilangan handphone-nya. Awal-awal dia masih mengirimkan email, tanya kabar dan kirim lanjutan naskahnya ke Keara. Tapi, lama-kelamaan dia merasa nyaman nggak berhubungan dengan Keyra. Empat tahun kemudian, Sena balik ke Bandung, dia ingin menemui Keara sekaligus minta maaf. Keara awalnya menolak, apalagi dia tahu kondisi dirinya. Tapi, karena cinta dia menerima permintaan maaf Sena.

Keara sengaja membawa Sena menemui dokter yang menanganinya. Dokter itu menjelaskan bahwa Keyra dipredik umurnya tinggal satu tahun. Sena tetap mempertahankan hubungannya, dia yakin Keara tetap hidup. Meskipun, terbesit dihatinya sebuah pertanyaan. Apa Keara Jodohnya?

Keara ternyata hidup lebih lama dari yang diprediksi. Tapi, sayang setelah Sena meminta Keara menjadi istrinya, tak lama Keyra pergi selama-lamanya. Sena menganggap Keara jodohnya. Naskah novel Sena diterima oleh penerbit, karena Keara membuat sinopsis, dan mengirimkannya ke penerbit.

Akhirnya, Sena jatuh cinta dengan orang lain dan menikah. Sena sudah menyiapkan nama anaknya jika bayinya yang masih dalam kandung terlahir perempuan. Namanya Keara.

Menurutku novel ini romantis namun sederhana. Apalagi, ada puisi Sapardi Djoko Damono yang disisipkan dalam cerita seakan mewakili perasaan Sena pada Keara. Aku merasa aku suka novel ini karena gaya penulisannya yang berbeda dengan novel pada umumnya. Aku bisa merasakan bagaimana Sena yang mencintai Keara. Baca novel ini berasa baca diary punya Sena, dan surat-surat antara Sena dan Keara.

Aku rekomendasiin novel ini, buat kalian yang suka genre romantis. Cerita tentang cinta yang murni dan sederhana. Makanya, novel ini cocok untuk pembaca dewasa dan dewasa muda.


No comments:

Post a Comment