Saturday, April 18, 2015
Sebuah Pilihan
Semua orang berhak untuk menentukan pilihan yang diyakini entah itu pilihan yang salah atau benar, mereka mempunyai alasan tersendiri. Namun pilihan kita jangan sampai menyakiti apalagi merusak apa yang sebelumnya sudah terjalin. Kita sebagai mahluk Tuhan yang diciptakan sebagai mahluk sosial masih membutuhkan orang lain di sekitar kita. Terkadang orang terdekat menginginkan sesuatu yang lebih dari kita hingga mengubah pemikiran yang sudah tertanam di otak kita. Tindakan tindakan atas apa yang kita pilih akan ada resiko yang harus kita hadapi. berpikirlah sekali lagi tentang apa yang akan kita lakukan dalam hidup, kita tidak akan bisa mengubah apa yang sudah terjadi, yang kita bisa lakukan hanya menyelesaikannya dengan cara yang terbaik.
Ketika kita menemukan sesuatu yang janggal dan yang belum jelas di hidup kita, janganlah buru buru melakukan sebuah tindakan. carilah jawaban yang benar atas sesuatu yang belum jelas, hingga tidak merugikan diri kita sendiri. Percayalah bahwa orang yang menyayangi kita dengan tulus, tidak akan menjauhkan dari apa yang membuat kita bahagia dan tidak akan ada sandiwara yang awalnya membuat kita tersenyum, namun akhirnya menimbulkan kesedihan dan penyesalan. Kuncinya hanya satu percaya dengan apa yang telah kita yakini.
janganlah takut atas sandiwara yang entah siapa yang menjalankannya, sebuah sandiwara yang ada dalam kehidupan merupakan kenyataan yang belum terungkap, namun semuanya akan terungkap ketika sandiwara itu telah sampai di akhir cerita hingga kita mengetahui dengan benar dan jelas siapa karakter yang bermain di dalamnya.
ketika semuanya terungkap, obat-ilah hati kita dengan sebuah keikhlasan, dan rasa syukur kepada yang Maha Pelindung, karena sesungguhnya kita dilindungi dan diperlihatkan suatu keburukan yang akan merusak kehidupan nantinya, hingga kita bisa berhati hati menentukan pilihan dan tindakan.
Akan ada insan yang tepat yang akan membantu untuk memilih pilihan yang tepat dan menyelesaikan atas tindakan kita yang salah. Insan yang tepat bukan pertama kali yang datang di hidup kita, tapi dia yang tidak akan pernah meninggalkan kita.Sehingga sebuah kebahagian itu bukan hanya milik orang terdekat, atau-pun milik kita namun milik orang di sekitar yang merasakan kebahagian yang berasal dari diri kita.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment