Sejarah Kesusastrean Inggris Sebagai mahasiswa fakultas sastra Inggris, kita harus tahu sejarah kesusasteraan Inggris mulai kesusasteraan inggris kuno hingga kesusasteraan abad 21, karena bagaimana mungkin kita bisa mencintai kesusasteraan kalau kita belum mengenal sejarahnya. Kesusasteraan Inggris terbagi 12 periode
1. Periode Inggris Kuno Pada zaman sekitar permulaan tarikh Masehi suku bangsa Kelt adalah penduduk kepulauan Inggris. Bahasa mereka adalah bahasa Kelt yang lain daripada bahasa Inggris Ketika suku suku bangsa Germanik menyerbu kepulauan Inggris, suku bangsa Kelt tidak mampu mempertahankan diri. Suku suku bangsa ini adalah Jutes, Angels, dan Saxons, yang berasal dari jerman utara. Mereka adalah nenek moyang sebagian besar orang inggris sekarang. Anglo Saxon adalah sebutan dari bahasa Inggris kuno yang tumbuh menjadi bahasa Inggris Pertengahan ( = 1100-= 1500) dan akhirnya bahasa Inggris Modern (= 1500 - sekarang).
Setelah menetapnya suku Germanik di Inggris mulai tersebar agama kristen pada akhir abad ke -6. Biara biara menjadi pusat ilmu pengetahuan. Pada zaman itulah kesusasteraan Inggris yang sebelumnya hanya kesusasteraan lisan saja, mulai dituliskan.
Puisi Kesusasteraan Inggris kuno dapat dibagi dalam dua golongan.
a. Golongan pertama adalah kesusasteraan yang dibawah oleh suku Germanik yang berbentuk lisan.
b. Golongan kedua adalah kesusasteraan yang diciptakan oleh suku suku yang menetap di kepulauan Inggris, bentuk kesusastraan ini yang masih tersimpan hingga sekarang. Karya terbesar dalam Kesusasteraan Inggris Kuno adalah "Beouwulf". Karya ini adalah sebuah sajak, yang terdiri atas 300 baris dan termasuk jenis epik rakyat, yaitu sebuah cerita tentang Kepahlawanan. Karya yang sangat penting ini tidak diketahui siapa penciptanya.
Penyair Inggris yang paling awal namanya kita kenal adalah Cadmon, kemampuan bersyair dan menciptakan sajak sajak dalam bahasa Inggris yang indah, bisa kita temukan dalam tulisan Bede, adalah seorang penulis abad ke -7. Karya terbesar yang dianggap ditulis oleh Cadmon, adalah "Paraphrase". Satu satunya penyair yang mencantumkan namanya pada Periode Inggris Kuno adalah Cynewulf, juga menulis syair syair keagamaan.
2. Periode Inggris Pertengahan ( ± 1150 — ± 1400)
Pada akhir tahun 1066 William Duke dari Normandia di Perancis dinobatkan sebagai raja Inggris setelah berhasil memperoleh kemenangan di Hastings. Kemenangan William membuat masuknya kaum ningrat Normandia ke Inggris menggantikan kedudukan kaum ningrat Inggris yang sebagian besar telah mati terbunuh dari peperangan melawan balatentara William.
Kaum ningrat Perancis tetap menggunakan bahasa Perancis dan tidak mau belajar bahasa Inggris.Maka timbullah suatu keadaan dimana golongan atas menggunakan bahasa Perancis sedangkan golongan bawahan berbahasa Inggris. Meskipun, jumlah golongan Perancis sedikit tetapi karena kedudukannya yang kuat, maka pengaruhnya sangat luas sehingga menumbuhkan suatu dialek setempat yang disebut dialek Anglo Normandia.
Karya karya dalam bahasa Inggris sudah pasti tidak mendapat di golongan atasan yang kaya dan berkuasa. Para pencipta karya karya itu tidak mendapat insentif materiil tetapi mereka mereka mendapatkan dorongan yang bersifat spiritual.
Dalam masa pertengahan Inggris terdapat pula sajak sajak yang beredar dari mulut ke mulut diantara rakyat jelata yang disebut ballad atau balada. Sebuah Balada biasanya tidak jelas penciptanya serta asal usulnya , dan berisi sebuah cerita terkenal antara lain adalah balada balada tentang Robin Hood. Balada itu mencerminkan kehidupan dan perasaan rakyat jelata di Inggris. Dalam pertengahan abad ke 13.
Jenis jenis kesusasteraan yang biasanya ditulis menggunakan bahasa Perancis, mulai diterjemahkan atau disadur dalam ke dalam bahasa Inggris . Jenis yang paling populer adalah "romance". Sebuah romance adalah suatu cerita tentang perbuatan perbuatan dan kejadian kejadian yang luar biasa yang kebanyakan tidak mungkin terjadi didunia nyata. Cerita ini biasanya bertema cinta, Kesatriaan, dan agama
3. Periode Transisi ( ± 1400 — ± 1550)
4. Periode Elizabeth (± 1550 — ± 1620)
5. Periode Puritan (± 1620 — ±1660)
6. Periode Restorasi (± 1660 — ± 1700)
7. Periode Augustus (±1700 — ±1750)
8. Periode Transisi Ke Romantisme (± 1750 — ± 1800)
9. Periode Romantisme ( ± 1800 — ± 1850)
10. Periode Victoria (± 1850 — ± 1900)
11. Periode Awal Abad Keduapuluh (± 1900 — ± 1940)
12. Periode akhir abad keduapuluh (± 1940— ± 2000)
13. periode abad keduapuluh satu
Wednesday, March 5, 2014
Sejarah Kesusastraan Inggris
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment